Data Lidar
Foto Udara
Wahana Survei Udara
Peralatan LiDAR
Konfigurasi Airborne LiDAR pada berbagai wahana Cessna:
Teledyne Optech H300 pada Cessna 206 Caravan
Teledyne Optech Galaxy T1000 pada Cessna 172 Caravan
Teledyne Optech Galaxy T1000 pada Cessna 208 Caravan
High-Efficiency Airborne LiDAR System
Desain ringkas dan fleksibel, dapat dipasang pada berbagai jenis pesawat berawak termasuk Cessna 172P.
Sumber gambar: unmannedsystemstechnology.com.
High-Accuracy Airborne LiDAR System
Kombinasi Cessna 172P + Optech Galaxy T1000 atau Orion H300 memungkinkan pemetaan dari skala luas hingga super detail dengan biaya lebih terjangkau.
Sumber gambar: geo-matching.com.
Kamera Udara
Metric Aerial Kamera
Kamera metrik profesional beresolusi 100 MP untuk citra udara dengan detail dan akurasi tinggi.
Sumber gambar: npk-photonica.ru.
Sensor 100 MP RGB dan Near Infrared (NIR) untuk pemetaan dasar, infrastruktur, analisis vegetasi, dan pengelolaan sumber daya alam.
Sumber gambar: megapixel.cz.
GNSS
Global Navigation Satellite System (GNSS) digunakan untuk penentuan posisi presisi tinggi di lapangan, mendukung pengukuran titik kontrol (GCP/ICP) dan Base Station pada seluruh rangkaian survei udara.
GNSS RTK Receiver
GNSS receiver berperforma tinggi dengan akurasi tingkat sentimeter, didukung teknologi Trimble ProPoint dan lebih dari 672 channel untuk pelacakan multi-konstelasi GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou, QZSS, dan SBAS. Cocok untuk survei topografi, konstruksi, dan pemetaan geospasial profesional.
GNSS RTK Receiver
GNSS RTK receiver dengan 1.408-channel engine untuk pelacakan multi-konstelasi GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou, QZSS, IRNSS, dan SBAS, dilengkapi IMU Tilt Compensation serta konektivitas Bluetooth, Wi-Fi, dan 4G LTE. Ideal untuk survei topografi, konstruksi, dan pemetaan GIS.
Software Pengolahan
Data mentah hasil akuisisi (LiDAR dan foto udara) diolah melalui dua jalur perangkat lunak yang berbeda sebelum digabungkan menjadi produk akhir.
Software Pengolahan LiDAR
Pengolahan khusus data LiDAR dan point cloud: klasifikasi titik (tanah, vegetasi, bangunan), filter ground, hingga menghasilkan DSM, DTM, dan kontur. Alternatif: RiPROCESS, Leica HxMap.
Software Pengolahan Foto Udara
Pengolahan foto udara (aero-triangulation, orientasi, orthorektifikasi, dan mosaik) hingga menghasilkan ortofoto/peta foto mosaik yang presisi. Alternatif: Agisoft Metashape, Pix4D Mapper.
Produk yang dihasilkan oleh Sensor Lidar dan Kamera Udara
Digital Surface Model
Skala 1:1.000 & 1:5.000
Digital Terrain Model
Skala 1:1.000 & 1:5.000
Skala 1:1.000, interval 5 m & Skala 1:5.000
Skala 1:1.000 & 1:5.000, GSD 10 cm
Analisis
Analisis Cut and Fill digunakan untuk menghitung volume galian (cut) dan timbunan (fill) pada suatu wilayah berdasarkan data elevasi dari LiDAR atau Foto Udara. Hasil analisis mencakup profil terrain, volume kubik, dan luas permukaan area yang terdampak — sangat berguna untuk perencanaan konstruksi, tambang, dan infrastruktur.
Path Profile / Line of Sight
Volumetric Calculations
Menganalisis jaringan irigasi untuk mengetahui arah aliran, saluran primer dan sekunder, serta kondisi daerah irigasi berdasarkan data LiDAR dan DTM.
Menentukan arah aliran air permukaan berdasarkan model elevasi digital, digunakan untuk perencanaan drainase, hidrologi, dan pengelolaan sumber daya air.
Menghitung jumlah pohon secara otomatis dari data point cloud LiDAR atau citra foto udara, berguna untuk inventarisasi hutan, perkebunan, dan penghijauan.
Menentukan jalur optimal berdasarkan model elevasi, digunakan untuk perencanaan jalan, jalur pipa, atau akses ke lokasi yang sulit dijangkau.
Definisi
Peta topografi adalah peta yang menggambarkan bentuk permukaan bumi secara detail dan tiga dimensi, namun disajikan dalam bentuk dua dimensi pada bidang datar. Peta ini menunjukkan kondisi relief permukaan bumi seperti perbukitan, lembah, sungai, dan dataran, sehingga penggunanya dapat memahami karakteristik suatu wilayah dengan lebih baik.
Komponen Utama
Peta topografi dibentuk dari tiga komponen utama, yaitu kontur, penutup lahan, dan toponimi. Ketiga komponen ini digabungkan untuk menghasilkan peta topografi yang lengkap dan informatif.
Kontur + Penutup Lahan + Toponimi = Peta Topografi. Semakin lengkap ketiga lapisan ini, semakin informatif peta yang dihasilkan.
Pembuatan Peta Topografi
Seluruh proses Foto Udara dan LiDAR, mulai dari wahana, alat, software, hingga produk, bermuara pada satu alur kerja terpadu untuk menghasilkan Peta Topografi.
Alur kerja terintegrasi pembuatan Peta Topografi.