Layanan

Data Lidar

Image placeholder
Pengambilan & Pengolahan Data LIDAR
  • Data Raw LIDAR
  • Pengolahan dan Pengklasifikasian Point Clouds LIDAR
  • Digital Surface Model (DSM)
  • Digital Terrain Model (DTM)
  • LIDAR Intensity Images

Foto Udara

Image placeholder
Pengambilan & Pengolahan Foto Udara Digital
  • Triangulasi Udara
  • Stereomodel
  • Mosaik Orthophoto

Wahana Survei Udara

Model 3D: Cessna 172

Sumber model 3D: “Cessna 172” oleh Szilárd K. via 3D Warehouse (SketchUp).

Cessna 172P
Wahana Berawak — Cessna 172P
  • Stabilitas tinggi, menghasilkan data dan citra yang lebih akurat
  • Endurance & Jangkauan: flight time 4–5 jam, cakupan area 1.000 km²
  • Mendukung berbagai sensor: LiDAR, aerial camera, dll
  • Biaya operasional relatif rendah dibanding pesawat survei lebih besar
  • Fleksibel: mampu beroperasi dari landasan pendek, cocok untuk hutan, tambang, pulau, atau pantai terpencil
DJI Matrice 300 RTK
Wahana Nirawak — DJI Matrice 300 RTK
  • Presisi tinggi dengan teknologi RTK
  • Fleksibilitas sensor dan payload sesuai kebutuhan proyek
  • Mendukung fotogrametri, LiDAR, hingga inspeksi infrastruktur
  • Menjangkau area yang sulit diakses
  • Waktu terbang panjang, cakupan area 20–40 Ha per penerbangan

Peralatan LiDAR

Konfigurasi Airborne LiDAR pada berbagai wahana Cessna:

Konfigurasi Airborne LiDAR Teledyne Optech H300 pada Cessna 206 Caravan

Teledyne Optech H300 pada Cessna 206 Caravan

Konfigurasi Airborne LiDAR Teledyne Optech Galaxy T1000 pada Cessna 172 Caravan

Teledyne Optech Galaxy T1000 pada Cessna 172 Caravan

Konfigurasi Airborne LiDAR Teledyne Optech Galaxy T1000 pada Cessna 208 Caravan

Teledyne Optech Galaxy T1000 pada Cessna 208 Caravan

Optech Galaxy T1000
Optech Galaxy T1000

High-Efficiency Airborne LiDAR System

Desain ringkas dan fleksibel, dapat dipasang pada berbagai jenis pesawat berawak termasuk Cessna 172P.

Sumber gambar: unmannedsystemstechnology.com.

Optech Orion H300
Optech Orion H300

High-Accuracy Airborne LiDAR System

Kombinasi Cessna 172P + Optech Galaxy T1000 atau Orion H300 memungkinkan pemetaan dari skala luas hingga super detail dengan biaya lebih terjangkau.

Sumber gambar: geo-matching.com.


Kamera Udara

Phase One iXU-RS1000
Phase One iXU-RS1000

Metric Aerial Kamera

Kamera metrik profesional beresolusi 100 MP untuk citra udara dengan detail dan akurasi tinggi.

Sumber gambar: npk-photonica.ru.

Hasselblad A6D 100C
Hasselblad A6D 100C RGB/NIR

Sensor 100 MP RGB dan Near Infrared (NIR) untuk pemetaan dasar, infrastruktur, analisis vegetasi, dan pengelolaan sumber daya alam.

Sumber gambar: megapixel.cz.


GNSS

Global Navigation Satellite System (GNSS) digunakan untuk penentuan posisi presisi tinggi di lapangan, mendukung pengukuran titik kontrol (GCP/ICP) dan Base Station pada seluruh rangkaian survei udara.

Trimble R12
Trimble R12

GNSS RTK Receiver

GNSS receiver berperforma tinggi dengan akurasi tingkat sentimeter, didukung teknologi Trimble ProPoint dan lebih dari 672 channel untuk pelacakan multi-konstelasi GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou, QZSS, dan SBAS. Cocok untuk survei topografi, konstruksi, dan pemetaan geospasial profesional.

South Galaxy 1 Plus
South Galaxy 1 Plus

GNSS RTK Receiver

GNSS RTK receiver dengan 1.408-channel engine untuk pelacakan multi-konstelasi GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou, QZSS, IRNSS, dan SBAS, dilengkapi IMU Tilt Compensation serta konektivitas Bluetooth, Wi-Fi, dan 4G LTE. Ideal untuk survei topografi, konstruksi, dan pemetaan GIS.


Software Pengolahan

Data mentah hasil akuisisi (LiDAR dan foto udara) diolah melalui dua jalur perangkat lunak yang berbeda sebelum digabungkan menjadi produk akhir.

Terrasolid Suite
Terrasolid Suite

Software Pengolahan LiDAR

Pengolahan khusus data LiDAR dan point cloud: klasifikasi titik (tanah, vegetasi, bangunan), filter ground, hingga menghasilkan DSM, DTM, dan kontur. Alternatif: RiPROCESS, Leica HxMap.

Trimble Inpho
Trimble Inpho

Software Pengolahan Foto Udara

Pengolahan foto udara (aero-triangulation, orientasi, orthorektifikasi, dan mosaik) hingga menghasilkan ortofoto/peta foto mosaik yang presisi. Alternatif: Agisoft Metashape, Pix4D Mapper.


Produk yang dihasilkan oleh Sensor Lidar dan Kamera Udara

DSM
DSM

Digital Surface Model

Skala 1:1.000 & 1:5.000

DTM
DTM

Digital Terrain Model

Skala 1:1.000 & 1:5.000

Kontur
Kontur

Skala 1:1.000, interval 5 m & Skala 1:5.000

Mozaik Foto
Mozaik Foto

Skala 1:1.000 & 1:5.000, GSD 10 cm


Analisis

Cut and Fill

Analisis Cut and Fill digunakan untuk menghitung volume galian (cut) dan timbunan (fill) pada suatu wilayah berdasarkan data elevasi dari LiDAR atau Foto Udara. Hasil analisis mencakup profil terrain, volume kubik, dan luas permukaan area yang terdampak — sangat berguna untuk perencanaan konstruksi, tambang, dan infrastruktur.

Path Profile / Line of Sight

Terrain Profile

Volumetric Calculations

Volumetric Calculation
Analisis Daerah Irigasi
Analisis Daerah Irigasi

Menganalisis jaringan irigasi untuk mengetahui arah aliran, saluran primer dan sekunder, serta kondisi daerah irigasi berdasarkan data LiDAR dan DTM.

Arah Aliran
Arah Aliran

Menentukan arah aliran air permukaan berdasarkan model elevasi digital, digunakan untuk perencanaan drainase, hidrologi, dan pengelolaan sumber daya air.

Tree Counting
Tree Counting

Menghitung jumlah pohon secara otomatis dari data point cloud LiDAR atau citra foto udara, berguna untuk inventarisasi hutan, perkebunan, dan penghijauan.

Jalur Efektif
Jalur Efektif

Menentukan jalur optimal berdasarkan model elevasi, digunakan untuk perencanaan jalan, jalur pipa, atau akses ke lokasi yang sulit dijangkau.

  • Land Surveying

    Image placeholder
    Survey – Hydrografi dan Terestrial dengan GPS dan 3D Mobile System
    • Survey karakteristik perairan, danau dan sungai
    • Survey Topografi
    • Survey Toponimi wilayah
    • Road Survey

  • Tematik

    Sasaran dari kegiatan Pemetaan Penutup Lahan adalah :
    1. lnformasi Geospasial Tematik Penutup Lahan skala 1 : 50.000 dalam format NLP dan seamless (Region, provinsi, kabupaten).
    2. Buku Deskripsi Analisis Pembaruan Peta Penutup Lahan
    3. Metadata Pembaruan Peta Penutup Lahan
    Image placeholder

    Data penutup lahan hasil integrasi dan sinkronisasi dengan data K/L
    Image placeholder

    Peta Penutup Lahan hasil integrasi dengan Kementerian/Lembaga
    Image placeholder

    Contoh hasil foto hemispherical kerapatan vegetasi
    Image placeholder

    Sebaran kerapatan vegetasi sebagian wilayah Sumatera Selatan. Tampak bahwa terdapat kerapatan rendah, sedang, dan tinggi
    Image placeholder
    Layout peta penutup lahan provinsi
    1. Hasil digitasi data penutup lahan dilakukan interpolasi 3D.
    2. Data yang digunakan untuk proses penutup lahan yaitu data DSM (Digital Surface Model) dan DTM (Digital Terrain Model)
    3. Setelah dilakukan proses interpolasi akan menghasilkan data ketinggian sesuai vertek di data penutup lahan 2D
    4. Setelah data sudah terisi semua nilai x,y dan z maka melakukan analisis 3D menggunakan extension 3D analyst dengan metode Interpolate shape.
    5. Konversi data vektor 2D ke data 3D dengan metode pengambilan ketinggian (Z) dari data DEMNAS dan DTM.
    Image placeholder

    Hasil citra Landsat 8 hasil proses pansharpening (kanan) dan multispektral (kiri)
    Image placeholder
    Image placeholder
    Image placeholder

    contoh color composite yang digunakan dalam penutup lahan

Definisi

Peta topografi adalah peta yang menggambarkan bentuk permukaan bumi secara detail dan tiga dimensi, namun disajikan dalam bentuk dua dimensi pada bidang datar. Peta ini menunjukkan kondisi relief permukaan bumi seperti perbukitan, lembah, sungai, dan dataran, sehingga penggunanya dapat memahami karakteristik suatu wilayah dengan lebih baik.


Komponen Utama

Peta topografi dibentuk dari tiga komponen utama, yaitu kontur, penutup lahan, dan toponimi. Ketiga komponen ini digabungkan untuk menghasilkan peta topografi yang lengkap dan informatif.

Kontur
Kontur
Penutup Lahan
Penutup Lahan
Toponimi
Toponimi
Peta Topografi
Peta Topografi

Kontur + Penutup Lahan + Toponimi = Peta Topografi. Semakin lengkap ketiga lapisan ini, semakin informatif peta yang dihasilkan.


Pembuatan Peta Topografi

Seluruh proses Foto Udara dan LiDAR, mulai dari wahana, alat, software, hingga produk, bermuara pada satu alur kerja terpadu untuk menghasilkan Peta Topografi.

Alur kerja terintegrasi pembuatan Peta Topografi

Alur kerja terintegrasi pembuatan Peta Topografi.

  1. Perencanaan Misi. Menentukan wahana (berawak atau nirawak), sensor, dan jalur terbang sesuai dengan luas area serta tingkat akurasi yang dibutuhkan.
  2. Survey GNSS Lapangan. Base Station GNSS merekam data koreksi secara kontinu, sementara tim lapangan mengukur titik GCP/ICP menggunakan GPS/GNSS geodetik dual frequency.
  3. Akuisisi Data Udara. Wahana (Cessna 172P atau DJI Matrice 300 RTK) membawa sensor LiDAR, kamera udara, dan IMU/GNSS secara bersamaan untuk merekam data di lapangan.
  4. Pengolahan Data LiDAR. Data raw diolah menggunakan Terrasolid menjadi point cloud terklasifikasi, DSM, DTM, dan peta kontur.
  5. Pengolahan Foto Udara. Foto udara diolah menggunakan Trimble Inpho melalui triangulasi udara dan stereomodel untuk menghasilkan ortofoto dan peta foto mosaik.
  6. Integrasi Produk. Data kontur dari LiDAR dan peta foto dari fotogrametri digabungkan bersama data penutup lahan dan toponimi untuk membentuk Peta Topografi yang lengkap.
  7. Publikasi. Seluruh produk disimpan dan dipublikasikan melalui Server Data Center (ArcGIS Enterprise dan AFE) agar dapat diakses serta dimanfaatkan lintas sektor.
  • DISPOTRUD

    Training Dispotrud
    • Menggunakan Mobile Application untuk collecting data lapangan
    • Pembuatan Database Dengan Menggunakan Arcgis Pro(Proses Digitasi, Editing dan Attribut dan pembuatan Geodatabase)
    • Visualisasi 3D Menggunakan Arcgis Pro

  • Card image cap
    DDS APPLICATION
    Card image cap
    SIPETA APPLICATION
    Card image cap
    WebGIS dan Mobile Apps